Jumat, 18 Februari 2011

0 Percakapan bayi dengan tuhan

suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ... Dia bertanya kepada TUHAN :

bayi : "para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi....bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah"

TUHAN : "aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu"

bayi : "tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia"

TUHAN : "malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia"

bayi : "dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"

TUHAN : "malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa"

bayi : "saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya"?

TUHAN : "malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun"


bayi : "tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi"

TUHAN : "malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu"


saat itu surga begitu tenangnya...sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya


bayi : "TUHAN..........jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti"?


TUHAN : "kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu...... I B U ..."


kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi...
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..

Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?
Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit...

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..

Kembalilah...mohon maaf...pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..

Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada...

Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita...,tak ada lagi senyuman indah...tanda bahagia..
Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah bajuyang digantung di lemarinya..
Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya..
Pulang..dan kembalilah segera...peluklah ibu yang selalu menyayangimu..

Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

NEXT - Percakapan bayi dengan tuhan

Senin, 14 Februari 2011

0 karma kah ini ?

semakin berjalan nya waktu.kenapa aku merasa bahwa sudah banyak yang berbeda dari diri kita berdua..
sudah terlihat dan aku rasakan bahwa ada kebosanan dalam diri mu terhadap aku..mungkin ini salah ku.
tapi ga ada yang kamu mengerti dari semua kebohongan ku yang hanya ingin menjaga perasaan mu :)




aku tau kamu menyanyangiku.begitu juga aku,,aku sangat menyanyangimu..
tapi,bisakah semua itu berjalan indah terus jika ada masalah yang menyangkut aku tak pernah kau jelaskan..
bukan kah kejujuran itu lebih baik dari pada diam..
karna diam lebih menyakitkan..
coba kau rasakan,, saat kamu ingin menyelesaikan masalah dengan orang yang kamu anggap penting,dia malah diam membisu tidak menjawab pertanyaan penting itu?
sakit rasa nya mendapati kediaman..


coba lah jelaskan pada ku jika kamu dilanda kebosanan akan sikapku..
mungkin aku akna mencoba melepasmu  agar kau senang :)
pelan-pelan sajaa...


bosan kah kau menjalani hubungan ini dengan ku??
itu yang selalu aku pertanyakan dalam diriku..
aku pernah menanyakan ini padamu kan?
tapi apa jawab mu kau bilang aku berfikir buruk tentang kamu.
tapi tahukah kamu..aku bis mengucapkan sesuatu itu karna aku bingung harus berbuat apaa..
cara bicaramu,sikap mu semua telah berubah..berubah menjadi orang asing bagi perasaan ku..


dulu kau amat sangat memperhatikan ku,bahkan hal sekecil apapun..
tapi sekarang?
kata maaf selalu aku ucapkan..maaf maaf maaf dan maaf..


mungkin ini karma bagiku kah?yang selama ini mungkin banyak menyakiti perasaan orang disekitar ku? menyakiti orang yang benar-benar tulus padaku?
NEXT - karma kah ini ?

Selasa, 08 Februari 2011

0 Indahnya persahabatan

Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi
dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan,
Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Sepenggal syair Kahlil Gibran yang tiba-tiba muncul di kepala saat seorang sahabat lama menyapa penuh rindu dari sana. Keriangan yang tercipta dari celotehan ramai ditingkahi tawa seperti memenuhi rongga dada. Hampir lima belas tahun kami tak pernah bersua dan saling kehilangan jejak, tapi ternyata Allah memiliki cara lain untuk mempertemukan kembali kami yang selama ini telah kehilangan komunikasi. Ya Rabb, terima kasih atas karuniamu hari ini …
Cerita lama, cerita baru dan kisah-kisah di saat kami saling mencari keberadaan yang lain mengalir tanpa henti. Tak peduli lagi dengan pulsa interlokal, dua jam setengah kami berkicau dan kembali saling teriak dengan panggilan saat masih sekolah dulu. Ada tawa bahkan juga air mata mengalir menyimak saat-saat sang sahabat kehilangan orang-orang tercintanya, ibunda, kakak dan putra bungsu terkasih. Ya, saat-saat dimana saya seharusnya berada di sisinya. Ada sesal menyelinap di sudut hati.
Sebenarnya kerinduan belum terpuaskan tetapi obrolan terpaksa disudahi dahulu dengan saling bertukar nomer ponsel dan janji akan terus saling berkirim kabar. Masih terbayang wajah ibundanya yang selalu ‘memaksa’ makan siang setiap saya berkunjung ke kantin besar miliknya di sebuah universitas di Bandung. Padahal saat itu ibu sedang sibuk sekali. Mungkin kasihan melihat wajah anak kos yang kelaparan dan ibu kelihatannya paham betul aji mumpung saya, sengaja datang berkunjung waktu makan siang.
Lima belas tahun bukan sebuah waktu yang singkat, orang bisa berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya. Ada yang karena pengaruh kedudukan dan jabatan menjadi amat berubah dari yang kita kenal sebelumnya. Untungnya kami sama-sama masih seperti yang dulu, mungkin saja karena kami berdua memang bukan siapa-siapa. Tak ada kedudukan dan jabatan yang mengundang decak kagum, yang berubah adalah kini kami bukan lagi anak muda tetapi sudah menjadi seorang ibu dan kami sama-sama bangga karenanya.
Dinamika persahabatan seperti kumpulan warna pelangi, ada saat terang dan ada saat gelap yang memberi warna tersendiri pada keindahan persahabatan itu. Indahnya bagai rasa saat menikmati mekarnya bunga lotus merah jambu di temaram senja.
Sahabat bisa dipersatukan dengan adanya satu atau lebih persamaan. Idealnya, ia adalah seseorang yang membawa kita lebih dekat kepada kebaikan, yang bisa bersama tertunduk syukur atas nikmat karunia, tertawa atau menangis bersama dan saling menguatkan ketika salah satu sedang dalam keadaan lemah. Juga seseorang yang bersedia mengingatkan bahkan menyentil saat yang lain alpa dan melenceng dari jalanNya. Patut disayangkan ada pula persahabatan yang justru mendorong kepada kemunduran. Melihat kesuksesan yang diraih orang lain malah jadi bersekutu untuk curiga. Tak bisa diam ketika pencapaian seseorang melebihi apa yang telah mereka capai atau malah bersatu untuk menjatuhkan orang lain. Alangkah sayangnya energi terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tak bermanfaat seperti itu, yang membawa kita justru semakin jauh dari tujuan hidup.
Tak dapat dipungkiri terdapat hubungan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan di dalam persahabatan tetapi ada pula pelajaran di dalamnya yaitu belajar memberi dan menerima (take and give), belajar mendengar dan didengar, juga belajar mengikis ego dan menjaga empati.
Saling menghargai privacy sahabat termasuk kiat awetnya hubungan, ibarat buku ada lembaran-lembaran yang tak perlu dibaca dan dibuka dengan jelas tanpa perkenannya. Sahabat yang baik hafal betul saat kuncup dan mekarnya kita. Diantara indikator persahabatan yang sehat adalah persahabatan yang tidak membuat kita menutup diri terhadap pergaulan dengan orang lain, yang tetap bisa menjaga obyektifitasnya, yang bernuansa kejujuran, yang membawa rasa nyaman dan yang tak perlu memaksa kita terus menerus menggunakan topeng.
Pepatah bilang mencari musuh lebih mudah daripada menemukan sahabat. Saat kita bertengkar berbeda pendapat seperti ada sebagian yang hilang dalam diri. Padahal bersahabat bukan berarti selalu sepakat. Ada perbedaan-perbedaan yang membuatnya bervariasi, yang lebih penting adalah bagaimana saling memahami dan menghargai perbedaan tersebut.
Satu kisah yang lain, sayapun pernah mendapat sebuah pelajaran berharga bagaimana persahabatan bisa rusak oleh emosi sesaat dan kesalahpahaman. Ketika kita tiba pada suatu fase penuh kesadaran bahwa itu semua hanyalah bagian dari masa muda yang penuh dinamika, sahabat itu telah hilang tak tentu rimbanya. Sempat terdengar kabar ia telah berada nun jauh di pulau sana. Sujud pasrah pada Ilahi karena telah memutuskan silaturahmi tanpa tahu bagaimana menyambungnya kembali.
Sekali lagi Sang Khalik berkehendak, segala sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Berkat situs jejaring sosial kami terhubung kembali setelah bertahun-tahun tak bertemu. Kata maaf atas segala khilaf adalah yang pertama terucap saat ia menyambut salam saya. Syukurlah kami saling memaafkan. Rupanya tahun-tahun yang hilang tersebut telah mendewasakan kami berdua. Kepada sahabat dimaksud yang mungkin kebetulan membaca tulisan ini, semoga anda dan keluarga selalu dalam berkah ridhoNya.
Di Kompasiana ini kita banyak bertemu sahabat-sahabat baru. Persahabatan yang tak memandang perbedaan usia dan status yang hanya dipersatukan oleh minat menulis, membaca tulisan orang lain atau sekedar berkomentar. Suatu bentuk persahabatan yang lain, yang tak kalah hangatnya meski tak selalu pernah bertemu. Salah seorang kompasianers yang dulunya mengaku bersahabat dengan sepi semoga kini tak kesepian lagi. Indahnya persahabatan dunia maya saya temukan di sini. Semoga persahabatan yang ini pun turut memperkaya jiwa.

NEXT - Indahnya persahabatan

0 moving On

Moving on…
Udah ga ada waktu lagi buat melihat kebelakang.. sekarang lihat kedepan..
Ada saat nya semua akan terwujud..
Yang lalu biar lah berlalu.biar menjadi kenangan tanpa ada bayangan J
Moving on moving on J
Menyambut indah nya mentari dihari esoook 
NEXT - moving On

Followers

Sponsor

 

yayakblog | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform